Panduan definitif tentang penyuntingan gen.
Menu
Beranda Pelajari Berita Tanya Atlas
Jelajahi Teknologi Penyakit Perawatan Uji Klinis Perusahaan Ilmuwan Gen-gen Penelitian Institusi
Di luar dunia medis Pertanian Etika Investasi Peta dunia
Pelajari & Alat Mulai di sini Glosarium A–Z Bandingkan teknologi Linimasa Daftar & Peringkat Agen AI ★ Tersimpan API
Tentang Tentang kami Metodologi Sumber Data Kebijakan Editorial Kontak Penafian

🧭 Tampilan Terpandu
Baru mengenal genetika? Kami menjelaskan setiap istilah saat kamu menjelajah, dalam bahasa yang mudah dipahami. Halaman yang sama, dengan bantuan yang sudah tersedia.

⚡ Pandangan Ahli
Kamu sudah mengenal biologinya. Cukup kontennya — ringkas dan padat, tanpa penjelasan tambahan. Ini adalah tampilan default.

Bahasa antarmuka
Mode terang

Uji klinis · Inherited blindness

BRILLIANCE — the first in vivo CRISPR administration to a human organ

Judul resmi: Single Ascending Dose Study of EDIT-101 in Participants With Leber Congenital Amaurosis Type 10

Completed Phase I/II NCT03872479
Clinical research Being tested in people in registered clinical trials. Being in trials is not evidence that a treatment works or is safe.

Apa yang diuji dalam uji klinis ini

The first time CRISPR was injected directly into a human organ — under the retina, to remove a faulty piece of a gene causing severe inherited blindness. Some participants saw meaningfully better. The programme was later discontinued because too few people in the world have that exact mutation.

An open-label, single ascending dose Phase 1/2 study of EDIT-101, delivered by subretinal AAV5 injection, in participants with CEP290-associated Leber congenital amaurosis type 10. Published results reported clinically meaningful improvement in visual function in a subset of participants with an acceptable safety profile. Editas subsequently discontinued development for population-size reasons.

Sources

Apa yang dimaksud dan tidak dimaksud oleh hasil uji klinis Hasil fase awal berasal dari jumlah peserta yang kecil dan waktu tindak lanjut yang singkat. Hasilnya dapat berubah seiring bertambahnya peserta dan waktu, dan uji klinis yang sedang merekrut, aktif, atau bahkan sudah selesai belum membuktikan bahwa suatu pengobatan berhasil. Kriteria pendaftaran sangat ketat; kelayakan ditentukan oleh pihak uji klinis, bukan oleh sebuah situs web.

Connected in the Atlas

Every entry on this site is linked to the others it relates to. These connections are part of the record, not a search result.

Genes

CEP290

Companies

Editas Medicine